Program MBG di Gunung Mas Dorong Penyerapan Tenaga Kerja dan UMKM Lokal
Sejumlah pekerja menyiapkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Polri wilayah Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi pelajar sekaligus pemberdayaan tenaga kerja lokal.
KUALA KURUN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunung Mas tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kurun dan Mihing Raya turut membuka peluang kerja bagi warga lokal serta melibatkan pelaku usaha kecil dalam rantai distribusi pangan.
Pelaksanaan program melalui dapur SPPG Polri di bawah koordinasi Polres Gunung Mas telah menyerap tenaga kerja di berbagai bidang, mulai dari juru masak, tenaga persiapan bahan pangan, pengemasan, hingga distribusi makanan. Selain itu, sejumlah pelaku UMKM lokal juga dilibatkan sebagai pemasok bahan baku.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena program ini membuka kesempatan kerja sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, Polres Gunung Mas akan terus mendukung operasional dapur SPPG agar program berjalan aman, tepat sasaran, dan dapat diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Gunung Mas.
Sejumlah warga yang bekerja di dapur SPPG mengaku program tersebut membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain memperoleh pekerjaan tetap, mereka juga merasa terlibat langsung dalam mendukung program pelayanan gizi bagi pelajar.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) juga menerapkan sistem pengawasan dalam pengelolaan dapur MBG, termasuk pengawasan kualitas makanan, administrasi, serta distribusi anggaran agar pelaksanaan program berjalan transparan dan akuntabel.
Selain menyasar peningkatan kesehatan dan pencegahan stunting, program MBG dinilai mulai memberi efek terhadap perputaran ekonomi di tingkat lokal melalui pemberdayaan tenaga kerja dan pelaku usaha kecil.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, program MBG di Gunung Mas diharapkan dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas, baik dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi warga setempat. (Red)
