SPPG Barsel Respons Keluhan MBG, Pastikan Evaluasi Menu Ramadan Berjalan

9

BUNTOK – Keluhan warga terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Barito Selatan mendapat respons dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah orang tua siswa menyampaikan keberatan atas menu makanan kering yang diterima anak-anak mereka di sekolah.

Perbincangan di ruang digital, khususnya Facebook, memunculkan beragam tanggapan masyarakat. Sebagian warga menyoroti komposisi menu MBG yang dinilai belum sesuai ekspektasi, terutama pada pendistribusian awal program di bulan puasa.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Barito Selatan, Fitri Ayu Andila, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang terjadi pada tahap awal distribusi menu Ramadan.

“Pertama, kami mengucapkan mohon maaf apabila dalam pendistribusian MBG perdana di bulan Ramadan ini banyak mengalami kekurangan,” ujarnya saat dikonfirmasi. Rabu (25/2/2026).

Fitri menegaskan bahwa masukan masyarakat menjadi perhatian serius pihaknya. Partisipasi publik dalam mengawasi jalannya program dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pemenuhan gizi peserta didik.

Baca Juga  Satresnarkoba Polres Gunung Mas Amankan Terduga Pengedar Sabu di Tewah

Ia menjelaskan bahwa penyusunan menu MBG tidak dilakukan secara sembarangan. Gramasi atau porsi makanan telah melalui perhitungan dan penyesuaian berdasarkan jenjang pendidikan dengan pendampingan tenaga ahli gizi.

“Gramasi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat sudah disesuaikan dengan jenjang atau tingkat pendidikan oleh pengawas gizi atau ahli gizi,” jelasnya.

Selain faktor teknis penyusunan menu, SPPG juga menghadapi kendala dalam ketersediaan bahan baku. Salah satu tantangan yang muncul selama Ramadan adalah keterbatasan pasokan susu plain atau UHT di pasaran.

Menurut Fitri, kondisi tersebut berdampak pada variasi paket makanan kering yang didistribusikan. Pihaknya berupaya tetap menjaga standar gizi meski dihadapkan pada keterbatasan suplai bahan pendukung.

“Kelangkaan susu plain atau UHT menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian menu kering pada bulan Ramadan ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pencarian mitra usaha lokal tidak selalu berjalan mudah. Menjelang periode Lebaran, jumlah UMKM maupun pemasok yang mampu memenuhi kebutuhan menu dalam jumlah besar cenderung terbatas.

Baca Juga  Polres Gunung Mas Gelar Latihan Dalmas, Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

“Bahkan untuk persiapan Lebaran pun sudah mulai susah mencari UMKM dan pemasok yang dapat menyanggupi kebutuhan menu yang diminta,” ujarnya.

Fitri memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas program. Pihaknya berkomitmen memperbaiki aspek menu, distribusi, hingga penyampaian informasi kandungan gizi kepada masyarakat.

“Kami selaku Koordinator Wilayah tentu akan menampung seluruh keluhan maupun aduan dari masyarakat terkait program makan bergizi gratis di Kabupaten Barito Selatan,” tambahnya.

Sebagai langkah perbaikan, SPPG Barsel berencana memperkuat transparansi informasi gizi pada setiap paket makanan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih jelas kepada orang tua dan peserta didik.

“Sebagai bentuk transparansi, kami akan memperbaiki tidak hanya menu, tetapi juga informasi nilai gizi dalam makanan yang didistribusikan sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang tidak sesuai dengan kondisi aktual,” pungkasnya.

Klarifikasi tersebut diharapkan mampu meredakan polemik yang berkembang di masyarakat. Program MBG tetap diarahkan sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi peserta didik dengan perbaikan berkelanjutan sesuai evaluasi lapangan. (Red)