Reses Perseorangan Faridawaty Fokus Penguatan Sarana Pendidikan IAKN Palangka Raya
PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, melaksanakan reses perseorangan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya dengan menyerap berbagai aspirasi dari civitas akademika, mulai dari pimpinan kampus, dosen, hingga mahasiswa.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan lingkungan akademik dalam mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana, sekaligus peningkatan kualitas pendidikan di kampus tersebut.
Dalam forum tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Dr. Tirta Susila, menyampaikan dukungannya terhadap program NasDem Tower Tour yang dinilai relevan dengan pengembangan studi Kepemimpinan dan Manajemen.
Ia menilai program tersebut dapat menjadi sarana untuk memotivasi dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kapasitas diri serta memperluas wawasan kepemimpinan.
Selain itu, pihak kampus juga mengusulkan peningkatan status IAKN Palangka Raya menjadi universitas. Namun, rencana tersebut masih terkendala kebutuhan tambahan lahan sebagai syarat pengembangan institusi.
Salah satu opsi yang diajukan adalah pemanfaatan lahan di sekitar kampus, termasuk area sekolah atlet yang diharapkan dapat dialihfungsikan guna mendukung rencana tersebut.
Aspirasi lainnya datang dari tenaga pendidik yang mengusulkan pembangunan pagar asrama untuk meningkatkan keamanan mahasiswa, pembangunan kantin kampus, serta penyediaan area parkir dengan kanopi guna menunjang kenyamanan aktivitas akademik.
Dari kalangan mahasiswa, Riki mengusulkan pengadaan depo sampah di kawasan Jalan G Obos 20 dan G Obos 24 sebagai solusi atas persoalan kebersihan lingkungan di sekitar kampus.
Sementara itu, Rindi dari BEM IAKN menyoroti kebutuhan literatur akademik, khususnya buku untuk program studi teologi dan psikologi, serta pengadaan CCTV guna meningkatkan keamanan lingkungan kampus.
Mahasiswa lainnya, Meskodi dari Program Studi Musik Gereja, mengusulkan penambahan alat musik serta peredam suara agar kegiatan praktik tidak mengganggu perkuliahan lainnya. Ia juga menekankan pentingnya penambahan literatur musik serta mengungkapkan berkurangnya beasiswa prestasi akibat kebijakan efisiensi.
Dosen pascasarjana, Agus, turut menyampaikan sejumlah kebutuhan, antara lain bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang sebagian besar berasal dari luar daerah, perbaikan jalan di lingkungan kampus, dukungan dana penelitian hibah untuk dosen, serta pengadaan smart TV sebagai sarana pembelajaran modern.
Sementara itu, mahasiswa tingkat akhir asal Papua, Dolpi, memohon bantuan dana untuk penyelesaian tugas akhir melalui pagelaran seni. Ia juga mengusulkan pengadaan alat musik tradisional, busana adat, serta penyediaan ruang seni yang lebih representatif.
Dekan Fakultas Keguruan, Ibu Rina, menyatakan dukungan terhadap program NasDem Tour yang dinilai mampu memotivasi generasi muda, sekaligus menekankan pentingnya penguatan sarana dan prasarana kampus sebagai penunjang utama proses pendidikan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Faridawaty Darland Atjeh menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan prioritas kampus, serta memberikan bantuan langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
“Reses ini menjadi ruang penting untuk mendengar langsung kebutuhan riil di lapangan. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan kami agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prioritas,” ujarnya baru-baru ini.
Sebagai tindak lanjut, ia memberikan bantuan dua unit laptop untuk rektorat, serta mengajak satu mahasiswa, satu dosen, dan rektor untuk mengikuti program NasDem Tour. Bantuan dana juga diberikan guna mendukung penyelesaian tugas akhir mahasiswa atas nama Dolpi dari Program Studi Seni Pertunjukan.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan, sehingga berbagai kebutuhan kampus dapat dipenuhi secara bertahap demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. (Red/Adv)
