Gen Z Kalteng Diminta Manfaatkan Teknologi untuk Promosi Budaya

DPRD Kalteng__Faridawaty 8

FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKARAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana pelestarian dan promosi budaya daerah. Menurutnya, kemajuan teknologi membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat di berbagai daerah hingga mancanegara.

“Kemajuan teknologi dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Faridawaty Darland Atjeh belum lama ini.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng tersebut menilai derasnya arus globalisasi tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap keberlangsungan budaya daerah. Sebaliknya, perkembangan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan identitas budaya lokal melalui berbagai platform digital yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Gen Z memiliki keunggulan dalam kreativitas dan penguasaan teknologi. Jika diarahkan ke hal positif, mereka bisa menjadi motor utama dalam menjaga dan memajukan warisan budaya kita,” kata Faridawaty.

Ia mengatakan berbagai platform media sosial, aplikasi kreatif, dan teknologi digital lainnya dapat menjadi ruang untuk mengemas budaya daerah dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima generasi muda. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjembatani nilai-nilai tradisional dengan karakter masyarakat masa kini tanpa menghilangkan makna yang terkandung dalam setiap warisan budaya.

Baca Juga  DPRD Kalteng Soroti Anak Pedalaman Menyeberang Sungai

“Banyak anak muda yang sudah mulai menampilkan seni tari, musik etnik, maupun kuliner khas daerah lewat konten digital. Cara ini sangat efektif memperkenalkan budaya hingga ke luar negeri,” tambahnya.

Faridawaty menjelaskan, karya kreatif berbasis digital dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari video pendek bertema budaya, musik tradisional yang dikemas secara modern, ilustrasi digital, hingga permainan edukatif yang mengangkat kearifan lokal. Kreativitas tersebut dinilai dapat membuat budaya daerah lebih mudah dikenal sekaligus menarik perhatian generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah memberikan kesempatan lebih besar bagi budaya lokal untuk menjangkau masyarakat global. Konten budaya yang dikemas secara kreatif dapat menyebar lebih luas dalam waktu singkat sehingga potensi seni, tradisi, kuliner, dan kearifan lokal daerah memiliki peluang lebih besar untuk dikenal di luar wilayah Kalimantan Tengah.

Baca Juga  DPRD Kalteng Tekankan Transparansi Pengelolaan PAD

“Pelestarian budaya tidak berarti menolak modernisasi. Justru dengan menggabungkan teknologi dan kearifan lokal, budaya dapat terus hidup dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Faridawaty juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam memperkuat keterlibatan generasi muda di bidang seni dan budaya. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas, pelatihan, serta ruang kreatif yang memungkinkan anak muda mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya yang mengangkat identitas daerah.

“Kalau teknologi bisa digunakan untuk hiburan, maka seharusnya juga bisa digunakan untuk menjaga jati diri bangsa. Dengan begitu, budaya kita tidak hanya bertahan, tetapi berkembang bersama zaman,” tandas Faridawaty. (Red/Adv)

Logo FaceBorneo
+ posts