Media Gathering Digelar, BPJS Ketenagakerjaan Ungkap Tantangan Kepesertaan Pekerja
FOTO Ist.: Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Adi Hendrata
PALANGKARAYA – BPJS Ketenagakerjaan menggelar media gathering bersama insan pers se-Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan perlindungan pekerja. Kegiatan tersebut berlangsung di XXI Premier Duta Mall Palangka Raya dan diikuti media online maupun cetak.
Agenda ini dirancang sebagai sarana mempererat kemitraan sekaligus memperkuat sinergi dalam penyebarluasan informasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Suasana santai yang diusung tidak mengurangi substansi diskusi terkait perlindungan pekerja.
Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Adi Hendrata, menyampaikan bahwa tingkat kepesertaan di Kalimantan Tengah masih menjadi tantangan. Dari total potensi pekerja sekitar 1,7 hingga 1,8 juta orang, baru sekitar 40 persen yang terdaftar sebagai peserta.
“Masih banyak pekerja yang belum terlindungi. Ini menjadi tantangan bersama, terutama dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat,” ujarnya. Jumat (20/2/2026).
Adi menilai peran media sangat penting dalam membangun kesadaran publik. Informasi yang akurat dan berkelanjutan dinilai mampu mendorong pemahaman masyarakat terhadap manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan lima program utama BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Program tersebut dirancang untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko sosial ekonomi.
Salah satu manfaat yang disoroti adalah beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang meninggal dunia. Dengan masa kepesertaan minimal tiga tahun, dua anak dapat menerima manfaat hingga perguruan tinggi dengan nilai mencapai Rp174 juta.
Selain itu, iuran program dasar yang dimulai dari Rp16.800 per bulan dinilai terjangkau. Namun, keterjangkauan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai di tingkat masyarakat.
“Kami menyebutnya ‘perang udara’. Artinya, penyebaran informasi harus masif agar masyarakat memahami manfaat program ini,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan juga menjalankan program Sertakan sebagai gerakan gotong royong. Program ini memungkinkan masyarakat membantu pekerja informal melalui pendaftaran dan pembayaran iuran.
Melalui sinergi dengan media, BPJS Ketenagakerjaan berharap tingkat kepesertaan di Kalimantan Tengah dapat meningkat. Perlindungan sosial ketenagakerjaan dinilai menjadi kebutuhan dasar pekerja di berbagai sektor. (Red/Adv)
