Jalan Produksi Pertanian Dinilai Perkuat Ekonomi Petani Kalteng

DPRD Kalteng__Siti Nafsiah 3

FOTO Ist.: Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah

PALANGKARAYA – Pembangunan jalan produksi pertanian dinilai menjadi langkah strategis untuk memperlancar distribusi hasil panen sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah. Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mengatakan infrastruktur yang memadai diperlukan untuk mendukung aktivitas petani, terutama di wilayah yang memiliki potensi pertanian namun masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.

“Pemerintah daerah perlu fokus membangun jalan pertanian agar hasil panen petani bisa segera sampai ke pasar,” ujar Siti baru-baru ini.

Siti menjelaskan, jalan produksi pertanian tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung dari lahan menuju pusat pemasaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung efisiensi kegiatan ekonomi masyarakat. Akses yang baik memungkinkan hasil pertanian diangkut dengan lebih cepat sehingga biaya distribusi dapat ditekan dan keuntungan yang diterima petani berpeluang meningkat.

“Kalau jalan masih rusak, biaya angkut jadi mahal, dan petani akhirnya merugi,” tegasnya.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi pertanian cukup besar, tetapi belum sepenuhnya didukung infrastruktur jalan yang memadai. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses distribusi hasil produksi, terlebih ketika petani harus membawa komoditas dari lokasi lahan menuju pasar dengan jarak yang cukup jauh.

Baca Juga  Arton Minta Kualitas Guru Terus Diperkuat Berkelanjutan

“Jalan produksi memiliki peran penting dalam menentukan nilai jual hasil pertanian karena akses yang lancar membuat hasil panen lebih cepat dipasarkan,” katanya.

Ia menilai, kelancaran akses transportasi juga dapat membantu menjaga kualitas hasil pertanian karena komoditas tidak terlalu lama berada dalam perjalanan. Dengan distribusi yang lebih cepat, petani memiliki peluang memperoleh harga yang lebih baik, sementara pasokan komoditas ke pasar dapat berlangsung lebih stabil sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi daerah.

“Dengan jalan yang bagus, hasil panen bisa cepat sampai ke pasar dan petani mendapat harga yang lebih baik,” tuturnya.

Siti mendorong pembangunan jalan produksi pertanian menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah dapat mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan yang tersedia, baik melalui APBD, program pemerintah pusat, maupun skema padat karya yang sekaligus dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan pembangunan.

Baca Juga  Komisi II DPRD Kalteng Perkuat Pengawasan Program CSR

“Kalau dikerjakan melalui program padat karya, selain mempercepat pembangunan, juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menambahkan, pembangunan jalan produksi membutuhkan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar pembangunan dapat diarahkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan, sekaligus memastikan infrastruktur yang dibangun memberikan manfaat jangka panjang bagi kegiatan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi semua pihak sangat penting supaya manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh petani. Kita harapkan Kalteng bisa menjadi daerah pertanian maju dengan dukungan infrastruktur yang berkelanjutan,” tutup Siti. (Red/Adv)

Logo FaceBorneo
+ posts