Faridawaty Tekankan Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh
PALANGKARAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga dapat menghambat kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu penentu kemajuan daerah.
“Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” ujar Faridawaty baru-baru ini.
Faridawaty mengatakan, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 perlu dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara konsisten dan menyentuh lingkungan yang menjadi tempat tumbuhnya generasi muda.
“Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Selain penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkotika juga perlu terus dilakukan sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan, dampak penyalahgunaan narkotika sangat luas karena dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang, sekaligus berpengaruh terhadap pendidikan, produktivitas, dan kehidupan sosial. Apabila persoalan tersebut tidak ditangani secara serius, kondisi itu dikhawatirkan dapat menghambat upaya menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.
“Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat memahami risiko serta dampak buruk penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Menurut Faridawaty, langkah pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat edukasi sejak dini. Pemahaman mengenai bahaya narkotika diharapkan dapat membentuk ketahanan diri pada generasi muda sehingga mereka mampu menolak berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba yang berpotensi merusak masa depan.
“Keluarga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menjadi benteng awal dalam mencegah penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, perhatian yang cukup, serta pengawasan terhadap lingkungan pergaulan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Selain keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat juga perlu menciptakan suasana yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba di Kalimantan Tengah,” katanya.
Faridawaty mengajak masyarakat tidak bersikap apatis terhadap persoalan narkotika dan turut berperan aktif mendukung berbagai program pencegahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kepedulian sosial dan pengawasan bersama dapat membangun kesadaran kolektif untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.
“Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat melindungi generasi muda Kalteng dari bahaya narkoba serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masa depan mereka,” tutup Faridawaty. (Red/Adv)

