DPRD Kalteng Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Daerah

DPRD Kalteng__Arton S Dohong 5

FOTO Ist.: Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong

PALANGKARAYA – Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong, menegaskan komitmen DPRD untuk terus mengawal langkah strategis Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam memperkuat pengawasan keamanan bahan pangan di wilayah Kalteng. Upaya tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas produk pangan lokal.

“Keamanan pangan merupakan salah satu aspek mendasar yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Pangan yang memenuhi standar keamanan akan memberikan perlindungan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di tingkat nasional maupun internasional,” kata Arton baru-baru ini.

Arton menilai, produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan keamanan berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memengaruhi citra Kalimantan Tengah sebagai daerah penghasil berbagai komoditas pangan. Karena itu, pengawasan terhadap produk pangan perlu dilakukan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh upaya OKKPD dalam memperkuat sistem pengawasan pangan. Keamanan pangan bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab bersama dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Arton Minta Kualitas Guru Terus Diperkuat Berkelanjutan

Menurut Arton, dukungan terhadap penguatan OKKPD perlu diwujudkan melalui regulasi yang memadai, dukungan anggaran, serta koordinasi lintas sektor. Sinergi tersebut diperlukan agar sistem pengawasan dapat berjalan lebih efektif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan masyarakat serta dinamika sektor pangan.

“Pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk akademisi dan lembaga penelitian, agar pengawasan pangan semakin berbasis data dan sains,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengawasan keamanan pangan juga sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Selain itu, ketersediaan fasilitas laboratorium yang memadai serta sistem pengujian dan pelaporan yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan di lapangan.

“Pengawasan yang kuat membutuhkan dukungan sumber daya manusia, fasilitas pengujian, serta sistem pelaporan yang mampu menghasilkan data secara cepat dan akurat,” katanya.

Selain penguatan kelembagaan, Arton menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan keamanan pangan. Kesadaran konsumen untuk lebih cermat dalam memilih produk yang akan dikonsumsi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan yang efektif.

Baca Juga  DPRD Kalteng Tekankan Peran Guru Bangun SDM Unggul

“Kesadaran masyarakat menjadi garda terdepan dalam memastikan pangan yang aman. Bila masyarakat aktif, pengawasan akan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Arton mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan produk pangan yang diduga tidak memenuhi standar keamanan maupun kualitas. Partisipasi masyarakat dinilai dapat membantu pemerintah mempercepat proses pengawasan sekaligus mencegah peredaran produk yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Pangan yang aman dan berkualitas adalah pondasi bagi generasi sehat dan masa depan daerah yang kuat. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang mengarah ke sana,” tutup Arton. (Red/Adv)

Logo FaceBorneo
+ posts