DPRD Kalteng Minta Kesejahteraan Guru Sekolah Rakyat Diperhatikan

DPRD Kalteng__Hero Harapanno 1

FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Hero Harapanno Mandouw

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapanno Mandouw, menegaskan pelaksanaan program Sekolah Rakyat harus disertai perhatian serius terhadap hak dan kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, keberhasilan program pendidikan tersebut sangat bergantung pada peran guru sebagai tenaga yang berada di garis terdepan dalam proses pembelajaran.

Hero mengatakan guru memiliki posisi strategis dalam mewujudkan tujuan Sekolah Rakyat. Karena itu, kebijakan yang berkaitan dengan program tersebut tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis pendidikan, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan, kondisi kerja, serta dukungan yang diperlukan para tenaga pendidik.

“Keberhasilan program pendidikan tersebut sangat bergantung pada peran tenaga pendidik yang berada di garis terdepan dalam proses pembelajaran,” kata Hero, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, guru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas layanan pendidikan. Tanpa dukungan yang memadai, program yang telah dirancang dengan baik berpotensi menghadapi kendala dalam pelaksanaannya sehingga hasil yang diharapkan tidak dapat dicapai secara optimal.

“Guru adalah ujung tombak Sekolah Rakyat. Jangan sampai kesejahteraan mereka terabaikan hanya karena fokus pada teknis pembelajaran,” jelasnya.

Baca Juga  Golkar Nilai BUMD Berpotensi Perkuat PAD Kalteng

Menurut Hero, perhatian pemerintah terhadap Sekolah Rakyat tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Dukungan terhadap tenaga pendidik juga harus menjadi bagian penting agar kualitas layanan pendidikan dapat berkembang secara merata di seluruh wilayah Kalteng.

“Pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, perlu menyiapkan langkah konkret untuk memberikan dukungan kepada tenaga pendidik, khususnya yang bertugas di wilayah pelosok,” ujarnya.

Hero menilai tantangan guru yang bertugas di daerah terpencil relatif lebih besar dibandingkan tenaga pendidik di kawasan perkotaan. Selain menghadapi keterbatasan fasilitas, mereka juga harus beradaptasi dengan kondisi geografis dan akses transportasi yang tidak selalu mudah dijangkau.

“Insentif dan fasilitas layak harus diberikan, terutama bagi guru yang mengabdi di Sekolah Rakyat di daerah terpencil. Mereka menghadapi tantangan lebih berat dibandingkan guru di perkotaan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan guru dapat memengaruhi pemerataan distribusi tenaga pendidik. Kondisi tersebut berpotensi membuat tenaga pendidik lebih memilih bertugas di wilayah perkotaan yang dinilai memiliki fasilitas serta dukungan kerja lebih memadai.

Baca Juga  PRD Kalteng Perkuat Kewaspadaan Hadapi Kejahatan Ekonomi Ansyari Ajak Masyarakat Waspadai Praktik Keuangan Ilegal

“Kalau distribusi guru tidak merata, tujuan Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan juga akan sulit tercapai. Karena itu, kebijakan yang berpihak kepada tenaga pendidik harus menjadi bagian dari strategi pengembangan program,” katanya.

Selain insentif dan fasilitas yang layak, Hero mendorong adanya pendampingan secara berkelanjutan bagi para guru yang terlibat dalam program Sekolah Rakyat. Pendampingan dinilai penting untuk membantu tenaga pendidik meningkatkan kapasitas dan kompetensi sekaligus memastikan mereka memperoleh dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan tugas.

“Sekolah Rakyat adalah program bagus, tapi tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan berkesinambungan adalah kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandas Hero. (Red/Adv)

Logo FaceBorneo
+ posts