Sosialisasi Budidaya Ikan Air Tawar Dinilai Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
FOTO Ist.: Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha.
MUARA TEWEH – Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Sosialisasi Budidaya Ikan Air Tawar Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM (Disnakertranskop-UKM) Barito Utara. Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini dinilainya sebagai langkah progresif pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya alam lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Menurut Taufik, sektor perikanan darat merupakan bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya di wilayah pedesaan Barito Utara yang memiliki ketersediaan sumber air cukup melimpah. Kondisi geografis tersebut dianggap sebagai modal kuat bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif yang berkelanjutan.
“Kami dari DPRD sangat mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang terus mendorong masyarakat untuk berinovasi melalui kegiatan produktif seperti budidaya ikan air tawar. Ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Taufik, baru-baru ini.
Ia menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan berbagai kebijakan nasional yang mengedepankan peningkatan gizi masyarakat, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran budidaya ikan di tingkat rumah tangga maupun kelompok masyarakat dinilai mampu menyediakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan.
“Jika masyarakat mampu membudidayakan ikan sendiri, maka mereka bisa mendapatkan manfaat ganda terpenuhinya kebutuhan gizi sekaligus tambahan penghasilan,” jelasnya.
Meski demikian, Taufik berharap kegiatan sosialisasi tidak hanya berhenti pada penyampaian materi di ruang pertemuan. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa pelatihan teknis yang lebih mendalam agar masyarakat memiliki keterampilan yang memadai dalam mengelola usaha budidaya.
Menurutnya, pendampingan langsung di lapangan, bantuan bibit, penyediaan pakan, hingga monitoring berkala sangat dibutuhkan sehingga program pemberdayaan dapat berjalan efektif dan memberikan hasil nyata bagi warga.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan. Kami di DPRD siap mendukung, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran, agar program pemberdayaan masyarakat benar-benar memberikan dampak langsung,” tegasnya.
Lebih jauh, Taufik menilai sektor budidaya ikan air tawar memiliki prospek ekonomi yang cukup besar jika dikembangkan secara serius dan profesional. Ia menyebutkan bahwa pasar ikan konsumsi di Barito Utara masih terbuka luas dan memiliki permintaan stabil, sehingga peluang usaha ini bisa menjadi penopang ekonomi keluarga.
Selain itu, ia melihat bahwa semakin banyak warga yang memahami teknik budidaya akan semakin meningkatkan kapasitas daerah untuk memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada pasokan luar daerah. Hal ini, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Barito Utara punya potensi alam yang besar. Jika dikelola dengan baik, sektor perikanan bisa menjadi penopang ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian daerah,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperluas jangkauan program serupa di berbagai kecamatan agar semakin banyak warga yang mendapatkan pengetahuan dan kesempatan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar. Dengan penguatan kapasitas, dukungan kebijakan, dan pendampingan yang berkelanjutan, Taufik optimistis sektor perikanan darat dapat menjadi salah satu pilar ekonomi baru bagi masyarakat Barito Utara, tandas Taufik. (Red/Adv)
