Pemerataan Akses Pendidikan Pedalaman Perlu Kebijakan Lebih Terarah

Taufik Nugraha__2

FOTO Ist.: Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha.

MUARA TEWEH – Ketimpangan fasilitas pendidikan antara kota dan pedalaman menjadi perhatian serius Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan setara, tanpa memandang lokasi tempat tinggal.

“Pemerintah harus hadir dan memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas layak untuk mendukung proses belajar-mengajar. Anak-anak di pelosok berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama seperti di kota,” ujarnya baru-baru ini.

Taufik menilai ketimpangan fasilitas berpotensi menimbulkan perbedaan kualitas pendidikan yang kian melebar. Kondisi tersebut dinilainya dapat melemahkan kemampuan daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Baca Juga  Kedatangan Habib Syech Tegaskan Semangat Kebersamaan Barito Utara Bershalawat

Ia menyebut sejumlah sekolah di pedalaman masih menghadapi kendala bangunan rusak, kekurangan guru, dan minimnya sarana pembelajaran yang layak. Menurutnya, permasalahan tersebut harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Taufik menyampaikan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Ia menekankan perlunya pendataan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Dengan data tersebut, ia meyakini kebijakan anggaran dapat disusun lebih efektif dan tepat sasaran. Perencanaan yang sistematis, kata dia, menjadi kunci pemerataan pendidikan yang nyata.

Taufik juga menegaskan pentingnya akses internet di sekolah-sekolah pedalaman. Baginya, teknologi digital berperan besar dalam membuka kesempatan belajar yang lebih luas.

Baca Juga  Patroli 3 Pilar Sisir Objek Vital di Kuala Kurun, Situasi Kamtibmas Kondusif

“Akses internet harus menjadi bagian dari kebutuhan dasar sekolah. Di era digital, siswa di pedalaman juga berhak memperoleh kesempatan belajar yang setara melalui teknologi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kesejahteraan guru. Menurutnya, guru di pedalaman merupakan tulang punggung pendidikan daerah yang patut mendapatkan dukungan memadai.

“Guru di pelosok adalah ujung tombak pendidikan. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, maka semangat mengajar akan semakin tinggi dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan,” tandas Taufik. (Red/Adv)