Warga Langkai Sampaikan Aspirasi Soal Infrastruktur dan Karhutla ke Faridawaty 

IMG-20260824-WA0051

FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, saat menyerap aspirasi warga dalam reses perseorangan di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh menyerap sejumlah aspirasi warga Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, dalam kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

Aspirasi yang disampaikan warga mencakup kebutuhan infrastruktur dasar, ketersediaan sumur bor dan mesin pompa air, perbaikan drainase, pembangunan jalan, hingga dukungan sarana untuk mengantisipasi kebakaran.

Dalam pertemuan tersebut, warga dari sejumlah rukun warga dan rukun tetangga di wilayah Langkai menyampaikan kondisi fasilitas lingkungan yang dinilai masih membutuhkan perhatian dan penanganan.

Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini mengatakan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan reses karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari warga.

“Reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi lingkungan secara langsung, termasuk kebutuhan infrastruktur, sarana air bersih dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. Aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” kata Faridawaty Darland Atjeh, Senin (24/8/2026).

Salah satu aspirasi disampaikan Bambang, Ketua RW 17 Langkai kawasan Tugu Soekarno atau belakang PDAM. Ia menyampaikan kebutuhan sumur bor beserta mesin di sekitar dua titik. Sumur yang tersedia di kawasan tersebut telah berusia sekitar lima hingga enam tahun sehingga membutuhkan perhatian.

Selain itu, warga mengusulkan semenisasi Jalan S. Parman, khususnya Gang Simponi dan Gang Patra. Perbaikan drainase di sekitar Pasar PU yang tembus hingga Gang Sepakat juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan kelancaran aliran pembuangan air.

Baca Juga  Aspirasi Banjir dan Drainase Jadi Sorotan Warga Kalibata

Bambang juga menyampaikan persoalan titik-titik jalur hijau, terutama terkait kejelasan tapal batas jalur hijau yang masih menjadi perhatian masyarakat di kawasan tersebut.

Aspirasi lainnya disampaikan Jamalun, warga RT 01/RW 08 Kelurahan Langkai, kawasan belakang Alin Foto. Ia mengungkapkan bahwa usulan pembangunan yang telah disampaikan hingga tingkat musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang selama sekitar 10 tahun belum mendapatkan bantuan.

Menurut dia, salah satu kondisi yang membutuhkan penanganan adalah jalan titian di belakang Alin yang mengalami kerusakan hingga terputus. Warga juga membutuhkan sumur bor beserta mesin sebagai langkah antisipasi kebakaran. Kebutuhan tersebut diusulkan pada tiga titik karena sarana serupa belum tersedia di kawasan tersebut.

Sementara itu, Suprianto, Ketua RT 5/RW 15 Jalan Perintis, menyampaikan perhatian terhadap anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang terlibat dalam pemadaman kebakaran. Ia menyebut pemadaman api selama ini kerap dilakukan menggunakan anggaran pribadi anggota.

Selain dukungan terhadap sarana pemadaman, warga juga mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter ke arah Masjid Perintis Permai. Perbaikan akses tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Perintis.

Aspirasi berikutnya disampaikan Safi’i, Ketua RT 01/RW 13 Langkai. Ia mengusulkan pembangunan sumur bor sebanyak dua titik di Gang Buntu untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat kesiapsiagaan lingkungan terhadap potensi kebakaran.

Warga juga mengusulkan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 sepanjang kurang lebih 300 meter. Usulan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan peningkatan kualitas akses jalan di lingkungan permukiman.

Baca Juga  Peningkatan Jalan Kalibata Jadi Aspirasi Utama Warga

Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas, menilai aspirasi warga tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan pembangunan yang harus mendapat perhatian secara bertahap.

Faridawaty menegaskan, penyampaian aspirasi dalam reses tidak berhenti pada pencatatan, tetapi menjadi bahan untuk melihat kebutuhan masyarakat secara lebih nyata. Berbagai usulan akan disesuaikan dengan kewenangan, skala prioritas, serta mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

“Yang disampaikan masyarakat merupakan kebutuhan nyata di lingkungan mereka, mulai dari jalan, drainase, sumur bor hingga sarana pendukung penanganan kebakaran. Semua aspirasi ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan reses tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan warga Langkai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan dan kesiapsiagaan lingkungan. Perbaikan infrastruktur dasar serta ketersediaan sarana air dan pemadaman menjadi kebutuhan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui perencanaan pembangunan daerah. (Red/ADV)

Logo FaceBorneo
+ posts