Aspirasi Banjir dan Drainase Jadi Sorotan Warga Kalibata

WhatsApp Image 2026-08-23 at 18.00.53 (1)

PALANGKARAYA – Persoalan banjir dan kondisi drainase menjadi salah satu aspirasi utama warga kawasan Kalibata, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, saat menyampaikan masukan kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, dalam kegiatan reses perseorangan, Minggu (23/8/2026). Warga berharap persoalan tersebut mendapat perhatian karena genangan air masih mengganggu aktivitas masyarakat ketika musim hujan.

“Masukan masyarakat sangat penting karena warga yang setiap hari berada di lingkungan tersebut tentu mengetahui kondisi dan kebutuhan yang paling mendesak. Karena itu, persoalan jalan, banjir, drainase, jembatan, fasilitas keamanan, dan kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian secara bersama-sama,” kata Faridawaty Darland Atjeh baru-baru ini.

Warga menyampaikan sejumlah titik masih mengalami genangan saat hujan turun dengan kondisi drainase yang dinilai belum memadai. Selain terdapat saluran air yang tertutup rumput, sejumlah ruas lingkungan juga belum memiliki parit sehingga aliran air tidak dapat berjalan secara optimal dan berpotensi menimbulkan genangan di kawasan permukiman.

Ketua RT 008/RW 013, Suhada, mengatakan kawasan pengaringan lingkar luar menjadi salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir ketika musim hujan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat penanganan agar genangan tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat serta memberikan dampak terhadap lingkungan permukiman warga.

Baca Juga  DPRD Kalteng Soroti Anak Pedalaman Menyeberang Sungai

“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah,” ujar Faridawaty.

Selain persoalan banjir, warga juga mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung drainase di sejumlah lingkungan. Ketua RT 007/RW 013, Wilis, menyebut kawasan Blok D dan Blok E hingga kini belum memiliki parit sehingga pembangunan drainase diperlukan untuk membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan.

“Penanganan infrastruktur lingkungan perlu dilihat secara menyeluruh karena satu persoalan dapat berkaitan dengan persoalan lainnya, termasuk kondisi drainase yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Aspirasi serupa disampaikan warga Kalibata 08, Yeti, yang mengungkapkan bahwa banjir masih mengganggu sejumlah rumah warga. Ia juga menyebut kondisi parit yang tertutup rumput membuat aliran air terhambat, sehingga warga mengusulkan pembersihan dan pengerukan drainase di sepanjang Jalan Kalibata agar saluran air kembali berfungsi secara optimal.

Baca Juga  NasDem Kalteng Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Saat Karhutla

“Selain penanganan drainase, kami juga mengusulkan penyediaan bak sampah karena selama ini warga masih menumpang menggunakan fasilitas tempat pembuangan sampah di terminal,” ujar Yeti.

Kegiatan reses tersebut berlangsung di rumah Ketua RT 007/RW 013, Jalan Kalibata Blok E Nomor 38. Dalam pertemuan itu, masyarakat turut menyampaikan berbagai kebutuhan lingkungan lainnya, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, fasilitas keamanan hingga kebersihan, yang diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan dan tindak lanjut sesuai mekanisme serta kewenangan pemerintah daerah. “Kami akan melihat setiap usulan berdasarkan kebutuhan dan kewenangan agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada,” tandas Faridawaty. (Red/ADV)

Logo FaceBorneo
+ posts