Okki Maulana Tekankan Sektor Produktif Perkuat Ekonomi Kalteng
FOTO Ist.: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana
PALANGKARAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menekankan pentingnya memperkuat sektor-sektor produktif sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan sektor produktif perlu menjadi bagian dari prioritas pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Sektor pertanian, industri pengolahan, serta usaha kecil dan menengah (UKM) selama ini menjadi penopang utama perekonomian Kalimantan Tengah,” kata Okki baru-baru ini.
Okki menjelaskan, penguatan sektor produktif memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor-sektor tersebut juga memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja sehingga pengembangannya dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah menekan angka pengangguran di daerah.
“Penguatan sektor produktif harus menjadi salah satu prioritas pembangunan karena mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka kesempatan kerja,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah daerah memperluas akses pelatihan kerja berbasis kompetensi agar kemampuan tenaga kerja lokal semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting untuk memperkuat daya saing masyarakat sekaligus memastikan peluang kerja yang tercipta dapat diisi oleh tenaga kerja dari daerah.
“Program-program seperti pelatihan tenaga kerja, peningkatan daya saing UMKM, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan paralel dengan kebijakan fiskal yang kuat,” katanya.
Menurut Okki, investasi padat karya juga perlu terus dikembangkan karena memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah lebih besar. Kehadiran investasi semacam itu diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas produksi, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat serta memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
“Investasi padat karya diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di berbagai sektor usaha,” tegasnya.
Ia menilai pengembangan sektor pertanian, industri pengolahan, serta UKM harus dilakukan secara terintegrasi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan dukungan pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar kerja, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang lebih kompetitif dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.
“Pelatihan tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja agar daya saing tenaga kerja lokal semakin kuat,” jelas Okki.
Okki menyebut penguatan sektor produktif juga berkaitan dengan target pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,30 persen pada 2026. Target tersebut dinilai membutuhkan kebijakan yang konsisten, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas kesempatan masyarakat untuk mengembangkan usaha.
“Target penurunan pengangguran membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap berbagai program penguatan ekonomi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kebijakan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tutup Okki. (Red/Adv)

